Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi (lahir di Magelang,
14 Juni
1974;
umur 41 tahun) adalah salah satu ilmuwan
wanita Indonesia. Ia adalah alumnus S1-S3 dari Waseda University di Jepang. Program S1 di Waseda University ditempuh dengan
menggunakan beasiswa dari Science and Technology Advance Industrial Development
(STAID) Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Putri pasangan pasangan Hariyono (alm) dan Sri Ningsih ini
juga mendapat beasiswa di perguruan tinggi yang sama melalui lembaga lain. Ia
menempuh waktu 9 tahun untuk menyelesaikan program S1-S3 dari tahun 1994-2003. Eniya Listiani meraih penghargaan
Habibie Award dari The Habibie Center, pada 30 November
2010
sebagai peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Eniya merupakan penerima Habibie Award atau Anugerah Habibie termuda sepanjang sejarah Habibie Award. Penghargaan ini
dikantunginya bersama dengan 19 penghargaan lain, baik dari Indonesia maupun
dari Jepang, karena keberhasilannya menemukan katalis baru untuk sel bahan
bakar. Eniya menerima Habibie Award 2010 di ilmu rekayasa.
Salah satu karya yang mengawali
kiprahnya di bidang sel bahan bakar adalah penemuan katalis baru untuk sel
bahan bakar. Katalis yang terbentuk menjadi terdiri dari 10 penyusun, padahal
harusnya ada 2 penyusun. Dari hasil karya tersebut, perempuan yang
menyelesaikan gelar doktor dari Fakultas Aplikasi Kimiawi, Polimer, Katalis dan
Sel Bahan Bakar Waseda University, Jepang ini meraih beragam penghargaan,
termasuk Mizuno Awards dan Koukenkai Awards dari Waseda University dan Polymer
Society Japan pada tahun 2003. Katalis baru temuan Eniya itu telah membuat terobosan
zinc-air fuel cell (ZAFC). Yakni, suatu generator
penghasil listrik berbahan bakar logam dan oksigen.
Hasil risetnya dipublikasikan di
delapan jurnal internasional dalam waktu tiga tahun. Temuan tersebut lantas
diakui dunia. Eniya mendapatkan penghargaan Mizuno Award dan Koukenkai Awards
dari Waseda University dan Polymer Society Japan pada 2003. Teknologi sel bahan bakar
merupakan sumber energi alternatif penghasil listrik
yang ramah lingkungan. Cara kerjanya, mereaksikan gas hidrogen dengan oksigen
berdasar prinsip elektrokimia. Hasilnya adalah listrik, panas, dan air murni.
Tanpa suara, tanpa emisi, layaknya baterai atau aki. Fuel cell memang tidak
meninggalkan emisi. Hasil buangnya hanya berupa air murni. Prinsip fuel cell
mirip dengan baterai atau aki. Bedanya, energi baterai dan aki bisa “habis”, sedangkan
energi fuel cell tidak akan habis asal diisi dengan bahan bakar. Sebagai bahan
bakar, diisikan hidrogen, alkohol (metanol, etanol), dan hidrokarbon
lain. Penelitiannya di bidang fuel cell telah dipublikasikan di jurnal dan
makalah internasional serta dalam negeri. Jumlahnya lebih dari 160 judul. Dia
juga telah mematenkan temuan tersebut di enam hak kekayaan intelektual. Empat
paten miliknya juga masih diproses.
Karya terbarunya adalah ThamriON,
sebuah membran sel bahan bakar temuannya yang baru saja mendapatkan penghargaan
Inovasi Paten dari Ditjen HKI 2010. ThamriON tersebut adalah membran sel bahan
bakar yang terbuat dari plastik yang direaksikan dengan asam sulfat.
Karena telah direaksikan, maka plastik bisa menghantarkan listrik. Teknologi
sel bahan bakar dan bahan pendukung lain hasil risetnya di kembangkan 80 persen
dari material lokal, sehingga biayanya lebih murah. Dengan proses manufaktur
secara mandiri, sel bahan bakar yang tersebut telah diterapkan untuk menyalakan
perangkat elektronik dan sepeda motor dengan kapasitas 500 Watt. Untuk
mengembangkan proses produksi dan penyimpanan bahan bakar, Eniya bekerja sama
dengan berbagai pihak. Diantaranya adalah Fakultas Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada, Pusat Teknologi Bioindustri, industri polimer dan baterai.
BERIKUT ADALAH SIKAP ILMIAH YANG DITERAPKAN Dr. ENG. ENIYA LISTIANI DEWI :
1. KURIOSITAS
Ibu Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi membatasi diri dan masih terus berinovasi dengan temuan-temuannya dan terus mencari bagian terbaik yang dicarinya.
2. OPTIMIS
Walaupun beberapa kali mengalami penolakan beliau tidak putus asa untuk melanjutkan penelitian
3. KREATIF
Beliau selalu berinovasi dalam menemukan penemuan-penemuannya.
4. TERBUKA
Temuan-temuannya dapat dinikmati oleh semua khalayak dan bisa bermanfaat.
BERIKUT ADALAH SIKAP ILMIAH YANG DITERAPKAN Dr. ENG. ENIYA LISTIANI DEWI :
1. KURIOSITAS
Ibu Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi membatasi diri dan masih terus berinovasi dengan temuan-temuannya dan terus mencari bagian terbaik yang dicarinya.
2. OPTIMIS
Walaupun beberapa kali mengalami penolakan beliau tidak putus asa untuk melanjutkan penelitian
3. KREATIF
Beliau selalu berinovasi dalam menemukan penemuan-penemuannya.
4. TERBUKA
Temuan-temuannya dapat dinikmati oleh semua khalayak dan bisa bermanfaat.
